Memaknai Ibadah Ritual Secara Proporsional (5)
Memelihara Akhlak yang Baik Sebagai Buah dari Shalatoleh : Ust.Muhammad Baqir Alhabsyi
Di antara pelbagai tujuan utama shalat—sebagaimana juga ibadah-ibadah lainnya—ialah meningkatkan akhlak seorang Muslim, sehingga ia senantiasa berupaya melakukan amal-amal kebaikan dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan kejahatan. Tanpa itu, shalatnya takkan dapat dinikmati buahnya. Firman Allah SWT, “...dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabût [29]: 45).
Dalam sebuah hadis qudsi yang dirawikan Nabi Saw. dari Tuhannya disebutkan, “Sesungguhnya Aku (Allah) hanyalah menerima shalat dari siapa yang dengannya ia merendahkan diri di hadapan keagungan-Ku; tidak menyombongkan diri terhadap makhluk-Ku; tidak terus-menerus bergelimang dalam perbuatan pelanggaran terhadap-Ku, melewatkan hari-harinya dalam mengingat Aku; dan selalu mengasihi orang miskin, atau yang terlunta-lunta, para janda dan mereka yang ditimpa musibah.” (HR Al-Bazzâr).[66]
Pernah dilaporkan kepada Rasulullah Saw. tentang seorang perem-puan yang disebut-sebut sebagai amat banyak shalatnya, puasanya dan sedekahnya; namun ia juga sering menyakiti para tetangganya dengan lidahnya; maka Nabi Saw. bersabda, “Orang seperti itu, tempatnya di neraka!” Kemudian dilaporkan kepada beliau tentang seorang perempuan lainnya, yang disebut-sebut sebagai sedikit sekali shalatnya dan puasanya, tetapi ia juga sering kali bersedekah dengan ‘gumpalan-gumpalan’ susu yang sudah dikeringkan, dan ia tidak pernah mengganggu para tetangganya. Maka Nabi Saw. bersabda, “Orang seperti itu, tempatnya di surga!” (HR Ahmad).


0 Comments:
Post a Comment
<< Home